VISA PROGRESIF DIHAPUS, VISA UMROH DINAIKKAN

Kalangan penyelenggara ibadah umroh merasa senang begitu mendengar pengumuman pemerintah Arab Saudi bahwa visa progresif dihapus.  Betapa tidak, selama ini keberadaan visa progresif yang nilainya 2000 SAR (Saudi Riyal) bisa menghambat calon jamaah umroh yang ingin setiap tahun ke Tanah Suci. Bagi penyelenggara umroh sendiri, mereka terbebani visa tersebut karena memang pulang pergi ke sana.

Namun kegembiraan itu hanya berlangsung sekejap. Mengapa? Karena penghapusan visa progresif itu disertai kenaikan visa umroh.  Dulu visa umroh melalui provider visa bisa didapatkan dengan harga sekira 50 US$ per orang, sekarang bisa mencapai 200 US$. Sebab, Saudi sekarang menetapkan biaya visa sebesar 300 SAR. Ini belum termasuk lain-lain yang menjadi persyaratan agar visa keluar.

Makanya, secara agregat, visa sekarang lebih mahal dibandingkan dengan visa progresif. Karena membebani setiap jamaah. Dulu hanya mereka yang berangkat berulang saja yang kena progresif.  Dengan cara ini, Saudi mendapat pemasukan negara jauh lebih besar.

Berdasarkan informasi, Saudi saat ini mengalami goncangan ekonomi. Kerajaan itu sedang berusaha menggenjot pendapatan nasionalnya. Target jamaah haji dan umroh dinaikkan. Jika tahun lalu hanya sekira 7-8 juta, tahun depan dinaikkan menjadi 10 juta jamaah. Dan sesuai program Visi 2030 Saudi, jumlah jamaah haji dan umroh ditargetnya 30 juta.

Ini adalah cara Saudi melakukan diversifikasi ekonominya. Ketika minya mereka mulai turun produksinya, kerajaan itu mulai mencari sumber-sumber pendapatan lain. Haji dan umroh menjadi salah satu ladangnya.

Kok ibadah dibisniskan? Inilah faktanya!

#visaumroh

#umrohmurah




Leave a Reply

5 × two =