Salam kepada Rasul, Langsung Dijawab!

Salah satu sunnah ke Masjid Nabawi adalah berziarah ke makam Nabi SAW. Di sebelah kiri Raudhah, di dekat pintu Baqi’, makam Nabi Muhammad SAW berada. Bersama baginda Nabi SAW, di sampingnya ada makam sahabatnya Abu Bakar dan Umar.

Sunnah berziarah ke makam Nabi ini ditegaskan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmuk dan Al-Azkar. Bahkan ia menyebut sunnah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan, walaupun tidak sampai tingkatan wajib.

Imam Nawawi menulis: “Berziarah ke makam Rasulullah itu termasuk ibadah terpenting dan perjalanan paling menguntungkan. Apabila pelaku haji dan umroh selesai ibadahnya dari Makkah, maka sunnah muakkad (sangat disunnahkan) baginya berangkat menuju Madinah untuk berziarah ke makam Nabi dan berniat ibadah, mengkhususkan perjalan padanya dan membaca shalawat di sana. Ketika sedang dalam perjalanan maka hendaknya memperbanyak baca sholawat. Ketika mata sudah melihat pepohonan Madinah dan tanah haramnya, maka hendaknya semakin memperbanyak baca sholawat pada Nabi agar ziarah ini bermanfaat baginya dan diterima Allah.” 

Maka begitu sampai di dekat makam Nabi SAW, sampaikan salam. Di antara: “Assalamu’alaika yaa Rasulallah warahmatullahi wabarakatuh.” 

Nabi SAW akan menjawab langsung salam yang disampaikan oleh umat yang menziarahinya. Ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud: “Tidak ada seorangpun yang mengucapkan salam kepadaku (saat ziarah kubur Nabi), kecuali Allah mengembalikan ruhku sehingga aku membalas salamnya.”

Meski demikian, tentu manusia tidak bisa mendengar jawaban langsung dari Nabi SAW. Yang pasti, siapa yang menziarahi makam Nabi SAW, baginya berhak mendapatkan syafaat beliau.

“Barangsiapa yang berziarah ke kuburku maka wajib baginya syafaatku.” (HR Tirmidzi, Daruqutni, Baihaqi, dan Al Barra)

Siapa yang ingin ke sana? Segera kontak kami .[]



Leave a Reply

7 + 8 =