Bagaimana Memilih Travel Umroh?

Mau berangkat umroh? Pasti! Tapi gimana menentukan travel umroh yang bagus? Soalnya, travel umroh sekarang banyak sekali. Lagi pula iklan-iklan mereka bagus-bagus dan cukup menarik. Banyak pula di antaranya menampilkan figur-figur terkenal. Ada artis, para ustadz, sampai orang-orang top-lah.

Nah, sebelum ke sana, harus luruskan dulu niat kita ke Baitullah. Pertama dan utama adalah ibadah! Ini nanti menjadi dasar bagi kita memilih travel umroh yang tepat. Tentu, semua travel umroh ngakunya pasti mengantarkan jamaah ke arah tersebut.

Jangan sampai salah niat. Misalnya, ingin bersama seorang tokoh/figur terkenal karena memang selama ini ngefans berat. Kalau ini yang terjadi, yang didapatkan selama di Tanah Suci ya hanya kumpul-kumpul dan senang-senang. Minim pendalaman dan kekhusyu’an ibadah.

Kalau niat sudah mantap dan lurus, pilih travel umroh yang bisa memberikan layanan itu. Misalnya bagaimana mereka bisa memberikan layanan ibadah yang maksimal. Ini tidak akan terjadi jika jamaah tidak dipersiapkan dengan matang oleh travel. Maka, perlu diperhatikan: sejauh mana layanan ibadah ini diberikan. Apakah travel terlihat sangat ketat dalam mengatur urusan ibadah ini dalam pengertian sesuai syariat atau yang penting pergi saja.

Berikutnya adalah bagaimana sistem pembimbingannya. Apakah jamaah diberi kelonggaraan atau justru seluruh aktivitas jamaah selama di Tanah Suci dijadwal dengan sangat ketat. Itinerary travel umroh bisa menunjukkan sejauh mana jamaah nanti di sana. Kalau travel hanya menunjukkan itinerary global saja, bisa diduga kuat jamaah banyak bebasnya.

Lihat pula adalah nilai plus lain selain ibadah. Sebab, selama tujuh hari di Tanah Suci, pasti banyak waktu kosong di luar ibadah shalat lima waktu dan umroh. Nah, bagi travel umroh yang sangat konsern kepada pembinaan jamaah, di sela waktu itulah nilai plus diberikan. Misalnya, tausiyah sore, malam, ziarah tambahan, dan lain-lain.

Faktor lain yang tak bisa dikesampingkan adalah kepercayaan. Ini bisa dilihat dari track record travel tersebut. Bisa melalui testimoni jamaah yang pernah ikut atau di-googling di internet. Lebih pas lagi, datangi kantornya dan bertemua dengan para pembimbingnya.

Jika faktor-faktor itu memenuhi syarat, faktor biaya bukan masalah utama. Jangan terbalik, yang utama biaya dulu. Kalau seperti ini, nanti akan didapatkan travel yang asal-asalan. Dan tentu tidak bisa protes: murah kok minta enak. Iya kan?

Tapi semua terserah Anda. Semoga Allah kuatkan niat Anda ke Baitullah. Aamiin. []Syahara



Leave a Reply

1 × four =